Kamis, 15 November 2018

5 Bahaya Jika Kalian Asal-asalan Melakukan Diet Keto

Makanan Sehat

KEPOINDONESIA.id - Diet Ketogenic, dalam bahasa Indonesia Ketogenik juga dikenal sebagai "diet Keto" merupakan cara terakhir dalam rencana penurunan berat badan. Diet ini meggunakan metode pengurangan karbohidrat menjadi 50 gram sehari atau kurang, untuk membantu tubuh mencapai keadaan ketosis di mana ia harus membakar lemak (bukan gula) untuk energi.

Dokter mengatakan bahwa diet Keto dapat membantu mengobati penyakit Epilepsi. Penyebabnya belum jelas, tetapi melakukan diet Ketogenik tampaknya mengurangi frekuensi kejang. Penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa diet mungkin memiliki manfaat anti penuaan, anti-inflamasi, dan melawan kanker.

Tetapi sebagai rencana penurunan berat badan, diet Keto sendiri lebih kontroversial. Beberapa ahli kesehatan telah memperingatkan, bahwa diet Ketogenic memiliki efek samping yang tidak menyenangkan, risiko kesehatan, dan sifat diet yang tidak berkelanjutan. Bahkan banyak pelaku diet Keto mengakui bahwa jika diet tidak dilakukan "dengan cara yang benar," itu bisa menjadi kebalikan dari sehat, yaitu sebuah penyakit.

Berikut beberapa hal yang perlu kalian ketahui tentang diet Ketogenik sebelum kalian mencobanya sebagai cara menurunkan berat badan. Mungkin kalian ingin menurunkan berat badan, tetapi kalian juga harus berhati-hati terhadap efek samping atau komplikasi dari efek diet tersebut.

1. Terkena Penyakit Diare


Jika kalian lebih sering berlari ke kamar mandi saat menjalani diet Ketogenik, kalian tidak sendirian. Orang-orang yang menjalani diet Keto pasti merasakan hal itu. Ini mungkin disebabkan oleh kantong empedu yang membantu memecah lemak dalam makanan.

Diare juga bisa disebabkan oleh kurangnya serat dalam diet yang dapat terjadi ketika seseorang mengurangi mengkonsumsi karbohidrat (seperti roti dan nasi) dan tidak melengkapi dengan makanan kaya serat lainnya, seperti sayuran. Ini juga bisa disebabkan oleh intoleransi terhadap susu atau pemanis buatan.

2. Ketoasidosis


Jika kalian memiliki penyakit diabetes tipe 1 atau tipe 2, kalian tidak boleh mengikuti diet Keto kecuali telah memiliki izin dokter dan dalam pengawasan ketat. Ketosis sebenarnya dapat membantu orang yang memiliki masalah hiperglikemia, tetapi kalian harus sangat memperhatikan gula darah dan memeriksa kadar glukosa dalam tubuh beberapa kali sehari.

Itu karena bagi penderita diabetes, Ketosis bisa memicu kondisi berbahaya yang disebut Ketoacidosis. Ini terjadi ketika tubuh menyimpan terlalu banyak keton asam yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari pembakaran lemak dan darah menjadi terlalu asam yang dapat merusak hati, ginjal, dan otak. Jika tidak ditangani, itu bisa berakibat fatal.

Ketoasidosis juga telah dilaporkan pada orang tanpa diabetes yang mengikuti diet rendah karbohidrat, meskipun komplikasi ini cukup langka. Gejala Ketoasidosis termasuk mulut kering, sering buang air kecil, mual, bau mulut, dan kesulitan bernapas. Jika kalian mengalami ini saat mengikuti diet Keto, segeralah periksa ke dokter.

3. Tidak Mempengaruhi Berat Badan


Karena diet Keto begitu ketat, para ahli kesehatan mengatakan bahwa diet Keto bukan diet yang tepat untuk jangka panjang. Bahwa kebanyakan orang akan mendapatkan kembali berat badan yang hilang begitu mereka kembali saat mengkonsumsi karbohidrat lagi.

4. Menurunkan Metabolisme


Konsekuensi lain dari perubahan berat badan terkait diet Keto adalah hilangnya massa otot, terutama jika kalian makan lebih banyak lemak daripada protein. Dan karena otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, itu akan mempengaruhi metabolisme tubuh.

Ketika seseorang keluar dari diet Ketogenik dan mendapatkan kembali berat badan mereka yang asli, itu sering tidak dalam proporsi yang sama. Alih-alih mendapatkan kembali otot yang ramping, kalian mungkin hanya akan mendapatkan kembali lemak.

5. Peningkatan Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes


Itulah sebabnya banyak ahli kesehatan prihatin tentang orang-orang yang menjalani diet Keto, terutama mereka yang mencobanya tanpa bimbingan dokter atau ahli gizi. Dokter mengatakan bahwa diet tinggi lemak seperti ini dapat meningkatkan kadar kolesterol, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka meningkatkan risiko diabetes.

Memang memiliki berat badan yang ideal adalah impian bagi semua orang, tetapi alangkah baiknya selalu memperhatikan kesehatan tubuh kita daripada melakukan diet yang bisa mendatangkan sesuatu yang tidak kita inginkan.


EmoticonEmoticon