Arti Wegah, Emoh, dan Gelem di Bahasa Jawa


Tangan pemain gamelan memegang dua pemukul di depan deretan bonang berwarna keemasan

Foto: Dinantikan / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

KEPOINDONESIA.id – Diajak keluar, jawabnya pendek: "emoh". Disuruh mandi, keluarnya "wegah". Dua kata Jawa ini terdengar di mana-mana — bahkan dari orang yang tidak bisa berbahasa Jawa sekalipun.

Padahal wegah dan emoh sering dipakai seolah artinya sama, dan itu keliru. Satu menolak karena malas, satu menolak karena memang tidak mau — dan kalau ditanya balik, jawaban "mau"-nya punya kata sendiri: gelem.

Arti Wegah

Kucing bermata sipit tertidur pulas bersandar di bantal cokelat di atas sofa

Foto: Sorensenalisha / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Wegah artinya malas atau enggan melakukan sesuatu. "Wegah adus" berarti malas mandi, "wegah mangkat" berarti malas berangkat, "wegah sekolah" berarti malas sekolah.

Rasa yang dibawa wegah bukan penolakan keras — lebih ke berat memulai. Orang yang wegah biasanya tetap bisa berangkat kalau didesak; cuma langkahnya saja yang berat.

Arti Emoh

Emoh artinya tidak mau — penolakan yang jelas dan bulat. "Emoh maem" berarti tidak mau makan, dan versi pendeknya, "moh", lebih tegas lagi. Kata ini bahkan sudah tercatat di KBBI sebagai ragam cakapan dengan arti yang sama: tidak mau.

Beda rasanya dengan wegah kelihatan di sini: orang wegah masih bisa dibujuk, orang emoh sudah menutup pintu.

Arti Gelem

Gelem artinya mau — lawan langsung dari emoh. Ditawari makan lalu menjawab "gelem" berarti bersedia. Tawaran khasnya berbunyi "gelem ora?" — mau tidak?

Tiga kata ini praktis satu paket dalam percakapan: ditawari sesuatu, jawabannya kalau bukan gelem ya emoh — dan kalau sebenarnya mau tapi berat memulai, itulah wegah.

Tabel Tiga Kata Sekali Lihat

Kata Arti Contoh
WegahMalas, engganWegah adus = malas mandi
EmohTidak mauEmoh maem = tidak mau makan
GelemMau, bersediaGelem ora? = mau tidak?

Wegah dan Emoh Itu Beda Tipis, tapi Beda

Coba satu kalimat yang sama: diajak kerja bakti. Menjawab wegah artinya "aduh, malas rasanya" — masih ada celah dibujuk. Menjawab emoh artinya "tidak, aku tidak ikut" — keputusan sudah jadi.

Karena itu emoh terdengar lebih keras di telinga orang Jawa. Ke teman akrab dua-duanya aman; ke orang yang dihormati, dua-duanya sebaiknya disimpan — alasannya di bagian bawah.

Wegah Kelangan, Frasa yang Melejit dari Lagu

Wegah kelangan artinya tidak rela kehilangan. Kelangan sendiri berarti kehilangan, jadi frasa ini menggambarkan orang yang enggan melepas — biasanya soal pasangan. Frasa ini ikut terkenal karena sering muncul di judul dan tema lagu Jawa bertema cinta.

Pola yang sama bisa kamu pasang ke kata lain: wegah kalah (tidak mau kalah), wegah ngalah (enggan mengalah), wegah ribet (malas repot).

Kata Serumpun yang Sering Menyertainya

  • Keset — sama-sama berarti malas; sinonim wegah di banyak daerah Jawa.
  • Males — serapan sehari-hari dari malas; sering dipakai orang Jawa alih-alih wegah.
  • Ogah — padanan gaul Indonesianya; menolak dengan nada santai, persis wilayah rasa emoh.
  • Purun — bentuk halus (krama) dari gelem; "mboten purun" adalah cara halus mengatakan tidak mau.

Jangan Tertukar dengan Embuh

Satu kata lagi yang sering nyasar ke kelompok ini: embuh (atau mbuh), yang artinya tidak tahu — bukan tidak mau. Ditanya "sesuk sida mangkat ora?" lalu dijawab "embuh" artinya dia belum tahu jadi berangkat atau tidak; kalau jawabannya "emoh", dia sudah pasti tidak ikut.

Gampang mengingatnya: emoh menolak, embuh mengaku tidak tahu. Nada embuh yang ketus kadang memang terdengar seperti penolakan — di situlah orang luar Jawa sering salah tangkap.

Ngoko, Jadi Hati-hati Tempat Memakainya

Wegah, emoh, dan gelem semuanya kosakata ngoko — tingkat bahasa Jawa untuk teman sebaya dan orang yang akrab. Menjawab "emoh" ke orang tua atau orang yang baru dikenal terasa kasar; bentuk halusnya "mboten purun".

Tingkatan sapaan Jawa semacam ini pernah dibahas tuntas di perbedaan panjenengan, sampeyan, dan riko. Dan kalau urusannya justru menyampaikan permintaan yang sopan — misalnya ke calon mertua — caranya ada di cara nembung ke orang tua wanita.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Emoh itu bahasa Jawa atau bahasa Indonesia?
Asalnya kosakata Jawa ngoko, tapi sudah menyebar ke percakapan Indonesia sehari-hari dan tercatat di KBBI sebagai ragam cakapan. Jadi dua-duanya benar, tergantung konteks.

Wegah artinya dalam bahasa gaul apa?
Tetap malas atau enggan. Di caption dan komentar media sosial pemakaiannya sama persis dengan aslinya — "wegah drama", "wegah ribet".

Ogah dan wegah itu sama?
Serupa tapi tidak kembar: ogah lebih dekat ke emoh (tidak mau), sedangkan wegah menekankan rasa malasnya. Dalam obrolan santai keduanya sering saling menggantikan.

Gelem ora artinya apa?
"Mau tidak?" — kalimat tawaran. Jawabannya tinggal memilih dua kata yang sudah kamu kenal: gelem kalau mau, emoh kalau tidak.


EmoticonEmoticon