Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
KEPOINDONESIA.id – Di tongkrongan Jawa, kata "bedes" meluncur begitu saja saat seseorang teman kesal atau malah saat lagi akrab-akrabnya. Bunyinya kasar, tapi yang mengucapkan sering sambil tertawa.
Justru di situ letak bingungnya: bedes bisa jadi umpatan, bisa juga tanda keakraban — dan artinya yang sebenarnya bikin sebagian orang tersinggung kalau tidak paham konteksnya.
Bedes Artinya Apa?
Bedes artinya monyet dalam bahasa Jawa. Sama seperti menyebut nama hewan untuk mengumpat, memanggil seseorang "bedes" pada dasarnya menyamakannya dengan monyet.
Bedanya, bedes terasa lebih ringan dan akrab dibanding umpatan hewan berkaki empat yang lain. Karena itu maknanya sangat bergantung pada siapa yang mengucapkan dan kepada siapa.
Dua Wajah Kata Bedes
Satu kata, dua fungsi yang bertolak belakang — inilah yang membuat bedes licin dipahami pendatang:
- Sebagai umpatan. Diucapkan saat jengkel atau kesal, mirip "sialan" versi Jawa. Contoh: "Oalah bedes, piye to iki."
- Sebagai kata keakraban. Dilempar ke teman dekat sebagai candaan, justru menandakan hubungan yang sudah cair. Nadanya bercanda, bukan menghina.
Pembedanya bukan kata itu sendiri, melainkan nada bicara dan kedekatan. Diucapkan sambil tertawa ke sahabat, bedes tanda akrab; diucapkan dengan wajah masam ke orang asing, itu penghinaan.
Contoh Kalimat Bedes dan Nadanya
| Kalimat | Nada | Maksudnya |
|---|---|---|
| "Oalah bedes, piye to" | Kesal | Ungkapan jengkel, mirip "aduh sialan" |
| "Kie bedes e ning kene" | Menyebut orang | "Si bedes ada di sini" — menunjuk teman |
| "Wis budal jebule prei, bedes" | Kesal + akrab | Kecewa sudah berangkat ternyata libur |
Perhatikan contoh kedua: di situ bedes dipakai sebagai kata ganti nama teman, bukan makian — persis seperti memanggil sahabat dengan julukan usil.
Kenapa Monyet yang Dipakai untuk Mengumpat?
Foto: Aswindaagna / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
Menyamakan orang dengan hewan memang cara umum mengumpat di banyak bahasa. Monyet dipilih karena dianggap suka usil, berisik, dan bertingkah — sifat yang pas dilekatkan ke orang yang bikin kesal atau ke teman yang kelakuannya konyol.
Tapi monyet juga hewan sosial yang lekat satu sama lain, dan mungkin itu sebabnya bedes bisa berbelok jadi kata sayang. Di kalangan teman dekat, memanggil "bedes" terasa seperti mengakui: kamu memang usil, tapi kamu bagian dari kelompok ini.
Bedes, Mendes, dan Gondes: Bedanya
Ketiganya sering terdengar berbarengan dan sama-sama berakhiran "-des", tapi tidak sama:
- Bedes — monyet; umpatan ringan atau panggilan akrab.
- Mendes dan Gondes — lebih ke gaya penampilan atau perilaku kampungan/norak, bukan nama hewan.
Jadi jangan disamakan: bedes menyerang dengan menyebut hewan, sedangkan mendes dan gondes menyindir selera atau gaya.
Di Mana Kata Bedes Dipakai?
Bedes paling sering terdengar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama dalam percakapan santai anak muda. Di Jawa Barat yang berbahasa Sunda, istilah ini nyaris tidak dipakai — kosakata umpatannya berbeda.
Karena sifatnya lisan dan santai, bedes hampir tidak pernah muncul di tulisan resmi. Ia hidup di obrolan warung, grup chat, dan candaan sehari-hari.
Kapan Sebaiknya Tidak Memakai Bedes
Aturannya satu dan penting: jangan memakai bedes ke orang yang baru dikenal, orang yang lebih tua, atau dalam situasi resmi. Tanpa kedekatan, kata ini murni terdengar sebagai hinaan.
Ke teman dekat yang sudah paham gayamu, bedes aman jadi candaan. Ke orang asing, efeknya bisa langsung memancing salah paham — sebaiknya dihindari sampai kamu yakin hubungannya cukup cair.
Kata Jawa Lain yang Sering Bikin Bingung
Bahasa Jawa penuh kata yang artinya bergeser mengikuti nada dan konteks. Beda "mau" dan "tidak mau" yang halus sudah dibahas di arti wegah, emoh, dan gelem, sedangkan rasa bangga berbahasa daerah ada di arti ngapak pride dan jawa pride.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Bedes artinya apa dalam bahasa Jawa?
Monyet. Dipakai sebagai umpatan ringan saat kesal, atau sebagai panggilan akrab ke teman dekat.
Apakah kata bedes itu kasar?
Termasuk kasar karena menyamakan orang dengan monyet, tapi terasa lebih ringan dan akrab dibanding umpatan hewan lain — tergantung nada dan kedekatan.
Bolehkah memanggil teman dengan bedes?
Boleh ke teman dekat yang sudah paham candaanmu. Jangan ke orang yang baru dikenal atau lebih tua karena bisa dianggap menghina.
Apa beda bedes dan mendes?
Bedes berarti monyet (menyebut hewan), sedangkan mendes menyindir gaya atau penampilan yang dianggap norak.