Kamis, 04 Oktober 2018

Ring of Fire: Cincin Api Pengikat Bumi

Lintasan Ring of Fire

KEPOINDONESIA.id - Zona di Lautan Pasifik ini terdiri dari 2/3 gunung berapi diseluruh dunia sehingga membuat daerah Ring of Fire selalu merasakan aktivitas gempa setiap saatnya serta membuat segala kejadian di daerah lain di bumi ini menjadi biasa saja. Para peneliti secara terus menerus berusaha mengamati tentang gejala gunung berapi Ring of Fire dan memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya.

Apa itu Ring of Fire? Ring of Fire terjadi akibat berkumpulnya aktivitas seismik di daerah tersebut sehingga menyebabkan area ini menjadi area berbahaya untuk seluruh makhluk hidup. Beberapa aktivitas seismik tersebut adalah tersubduksinya Lempeng Nazca bersamaan dengan lempeng Cocos di bawah lempeng Amerika Selatan.

Secara bersamaan Lempeng Cocos juga tersubduksi di bawah Lempeng Karibia. Sementara itu Lempeng Pasifik dan Lempeng Juan de Fuca tersubduksi di bawah lempeng Amerika Utara. Selain itu juga bagian Barat lempeng Pasifik tersubduksi didekat semenanjung Kamchatka.

Aktivitas seismik banyak terjadi pada daerah Selatan Ring of Fire. Sebagai contohnya adalah tepi lempeng Pasifik yang bertubrukan dengan lempeng yang lebih kecil didekat pulau Mariana, Tonga, dan Selandia Baru. Unsur paling aktif di Ring of Fire (daerah paling aktif di bumi ini) yaitu patahan San Andreas di California dan Patahan Quenn Charlotte di British Columbia.

Zona subduksi Ring of Fire

Bagaimana zona subduksi bisa menjadi sangat bermasalah?? Sudah sangatlah jelas bila kita melihat contoh nyata apa yang terjadi di Ring of Fire. Dalam kasus Chile, gempa bumi terbesar yang pernah ada terjadi terjadi di daerah zona subduksi (area terjadinya penekukan lempeng bumi) pada tahun 1960.

Penjelasan berikut dapat menggambarkan bagaimana gempa bumi Chile dapat terjadi yaitu ketika bagian-bagian kecil yang putus dari lempeng tektonik tetap berada di daerah bawah kerak bumi atau dibagian hulu mantel bumi dan saat potongan-potongan ini mulai bergerak kita bisa merasakan gempa bumi mampu membelah bumi menjadi dua dan sebagian dari potongan bumi tersebut dapat naik beberapa meter ketika gempa bumi ini terjadi.

Bahaya Tsunami dibalik Gempa Bumi

Kita telah mengetahui bagaimana ganasnya gempa bumi di tahun 2004 lalu yang disertai dengan bencana Tsunami di wilayah Samudera India. Terus naiknya permukaan laut dapat menjadi masalah berat buat dunia dan daerah pesisir pantai paling terkena dampaknya ketika gempa bumi yang diikuti Tsunami terjadi dan menyapu habis seluruh pantai hanya dalam hitungan jam.

Salah satu contoh lain dahsyatnya Tsunami yaitu ketika gempa bumi di Haiti yang terjadi pada tahun 2010. Meskipun Haiti tidak terletak di wilayah Ring of Fire namun penduduk bagian Barat kota Port-au-Prince menyaksikan bagaimana Tsunami menyapu pantai-pantai di kota tersebut dengan diikuti oleh erosi pesisir pantai.

Tetapi apakah kalian tahu bahwa yang berpotensi terkena gempa bumi seperti itu bukan saja Indonesia, melainkan juga Amerika dan Chile? Berikut adalah beberapa fakta mengenai Ring of Fire: Cincin Api Pengikat Bumi.

1. Ring of Fire tersebar mencapai 40.000 KM.
Bukan hanya di Indonesia saja yang masuk di dalam area Ring of Fire. Amerika, Rusia, Chile, Jepang dan Selandia Baru termasuk dalam daerah area Ring of Fire. Hanya saja negara yang seluruhnya berada di area Lingkaran Api tersebut adalah Indonesia, Jepang serta Selandia Baru.

2. 452 gunung berapi aktif dan pasif masuk daerah Ring of Fire.
Jumlah tersebut mencakup 75% jumlah gunung berapi yang ada di dunia ini. Pada 2008 gunung berapi Llaima yang ada di Negara Chile meletus dan menyebabkan ribuan orang kehilangan rumah dan terpaksa harus dievakuasi.

3. Sebesar 90% laporan gempa bumi berpusat di area-area Ring of Fire.
Salah satu gempa bumi paling kuat yang pernah tercatat ada di negara Jepang, tepatnya di pantai Tohoku. Tercatat gempa bumi yang tercatat di sana mencapai kekuatan 9,1 magnitude . Sekitar 15 ribu orang meninggal dan ribuan orang lainnya terluka.

4. 22 dari 25 gunung berapi di area Ring of Fire meletus dalam kurun waktu 11.700 tahun.
Gunung berapi Tungurauha merupakan gunung berapi yang bertempat di daerah Ekuador. Pada Agustus 2016 yang lalu, gunung tersebut meletus dan diikuti dengan abu tebal yang ketinggiannya mencapai 10 KM. Kurun waktu tersebut juga mencatat letusan gunung Krakatau yang dianggap sebagai letusan gunung berapi paling dasyat yang pernah tercatat oleh sejarah.

5. Pelat pasifik merupakan pelat tektonik terbesar yang ada di dunia.
Pelat ini berada di sebelah timur Pulau Papua dan memiliki luas pelat sebesar 103 juta kilometer persegi. Pelat masuk dalam kawasan Ring of Fire.

6. Sebagian besar gunung berapi yang aktif berada dalam lingkaran yang di bawah air.
Gunung West Mata adalah gunung berapi aktif dalam air yang paling dalam. Tercatat gunung berapi tersebut berada di kedalaman 1.100 meter di bawah air. Tidak salah jika area-area yang terlingkup dalam Ring of Fire lebih sering hanya merasakan gempa buminya, daripada melihat langsung gunung berapinya.

7. Gunung Ruapehu di Selandia Baru merupakan gunung berapi paling aktif di Lingkaran Api.
Menurut para ilmuwan, setiap 50 tahun sekali Gunung Ruapehu akan mengeluarkan laharnya. Entah itu ledakan besar ataupun ledakan kecil. Menariknya, gunung tersebut masih menjadi salah kawasan wisata terfavorit karena adanya dua area ski. Mulai dari Juni sampai Oktober, area gunung tersebut akan penuh dengan turis.

8. Gunung Fuji termasuk bagian dari Ring of Fire.
Gunung tertinggi di Jepang tersebut meletus pada tahun 1707 hingga 1708. Gunung Fuji sering dijadikan objek seni oleh orang orang Jepang serta menjadi ikonik negara matahari terbit.

Orang-orang Jepang belajar dan menciptakan teknologi canggih untuk mencegah bahaya gempa bumi berkat letusan Gunung Fuji tersebut. Namun teknologi-teknologi tersebut masih belum efektif untuk mencegah kejadian alam tersebut.


EmoticonEmoticon